Beberapa Catatan Juri (Budi Winarno) Lomba PJA terhadap Naskah
1. Terlalu verbal memosisikan peran Pusri (contoh kalimat pembuka “Entah bagaimana nasib bangsa Indonesia, tanpa keberadaan PT Pupuk Sriwidjaja”). Naskah terjebak menjadi profil Pusri.
2. Banyak yang berupa opini, bukan liputan yang dilaporkan dalam bentuk features/opini berita.
3. Banyak yang hanya mengungkap peran strategis Pusri tanpa fakta/liputan lapangan yang memadai
4. Miskin ide, kebanyakan mengulang pendapat (termasuk hanya dengan mengutip narasumber melaluii internet)
5. Banyak yang berlebihan melihat Pusri dari kacamata daerah. Pusri adalah perusahaan nasional atau aset nasional di daerah (bukan perusahaan daerah)
6. Banyak yang “terlalu banyak keinginan” dengan memuat semua persoalan, akibatnya tulisan tidak fokus
7. Memprihatinkan, karena tema lingkungan hidup sangat jarang digarap penulis/pers
8. Terlalu banyak narasumber berita berasal dari orang dalam (Pusri). Gejala ini kurang bagus karena materi tulisan menjadi lebih condong menjelaskan, bukan memberi masukan, apalagi kritik.
Budi Winarno
Minggu, 18 April 2010
Sabtu, 17 April 2010
Nilai Para Juri
Nilai Para Juri
Peserta Budi Sjarifuddin Bambang S Mahmud H Zain Ismed Total
001 79 76 61 87 73 376
(4) 002 72 80 72 89 92 405
003 75 65 48 90 74 352
004 79 67 35 94 83 358
005 77 67 72 88 80 384
006 68 81 47 88 80 364
007 79 68 50 89 91 377
008 76 68 47 89 85 365
009 76 64 40 89 70 339
010 74 64 42 88 89 357
011 74 87 42 84 78 365
012 78 70 46 89 78 361
(2) 013 76 90 67 91 93 417
014 75 74 52 88 89 378
(7) 015 77 92 48 88 93 398
016 75 82 47 89 85 378
017 77 82 47 89 89 384
(6) 018 80 91 47 94 89 401
019 74 77 45 89 84 369
020 78 65 42 83 83 351
(8)021 79 76 54 94 93 396
022 75 75 48 88 86 372
(9) 023 78 85 48 90 90 391
024 78 70 48 87 89 372
(3) 025 78 89 65 89 90 411
(10)026 78 87 43 88 93 389
027 77 71 43 88 89 368
028 78 71 42 88 90 369
(5)029 76 85 62 89 92 404
030 75 73 46 89 92 375
031 77 67 39 83 89 355
032 74 69 48 87 88 366
033 77 77 40 89 93 336
034 74 81 45 86 93 379
035 75 70 47 86 93 371
036 72 81 47 96 85 381
037 74 58 48 85 93 358
038 80 73 48 88 92 381
039 75 79 47 89 88 378
040 74 68 40 85 86 353
(1) 041 80 88 71 98 93 430
042 77 79 48 88 91 383
Peserta Budi Sjarifuddin Bambang S Mahmud H Zain Ismed Total
001 79 76 61 87 73 376
(4) 002 72 80 72 89 92 405
003 75 65 48 90 74 352
004 79 67 35 94 83 358
005 77 67 72 88 80 384
006 68 81 47 88 80 364
007 79 68 50 89 91 377
008 76 68 47 89 85 365
009 76 64 40 89 70 339
010 74 64 42 88 89 357
011 74 87 42 84 78 365
012 78 70 46 89 78 361
(2) 013 76 90 67 91 93 417
014 75 74 52 88 89 378
(7) 015 77 92 48 88 93 398
016 75 82 47 89 85 378
017 77 82 47 89 89 384
(6) 018 80 91 47 94 89 401
019 74 77 45 89 84 369
020 78 65 42 83 83 351
(8)021 79 76 54 94 93 396
022 75 75 48 88 86 372
(9) 023 78 85 48 90 90 391
024 78 70 48 87 89 372
(3) 025 78 89 65 89 90 411
(10)026 78 87 43 88 93 389
027 77 71 43 88 89 368
028 78 71 42 88 90 369
(5)029 76 85 62 89 92 404
030 75 73 46 89 92 375
031 77 67 39 83 89 355
032 74 69 48 87 88 366
033 77 77 40 89 93 336
034 74 81 45 86 93 379
035 75 70 47 86 93 371
036 72 81 47 96 85 381
037 74 58 48 85 93 358
038 80 73 48 88 92 381
039 75 79 47 89 88 378
040 74 68 40 85 86 353
(1) 041 80 88 71 98 93 430
042 77 79 48 88 91 383
juara VI
Lisma Noviani
Naskah 018
”Sampah Itu Sungguh Berarti: Pusri Pelopor Industri Pupuk Organik” dimuat di Harian Sriwijaya Post, Rabu, 10 Maret 2010
Total Nilai 401

Anggota DPD RI Ahmad Azis mendampingi Dirut PT Pusri Dadang Heru Kodri menyerahkah hadiah kepada juara VI.
Nama : Lisma Noviani
Tempat Tanggal Lahir : Sungaigerong, 15 November 1974
Pendidikan terakhir : Sarjana Ekonomi Universitas Sriwijaya
Pekerjaan : Jurnalis
Jabatan Sekarang : Redaktur Ekonomi
Alamat Rumah : Jl DI Panjaitan Lr Sunia No 51 Rt 35 Plaju Palembang
Telepon : 0711-543135/HP 08127807411
Alamat Kantor : Harian Umum Sriwijaya Post Jl Jend Basuki Rahmat 1608 Palembang
Telp Kantor : 0711-313171, fax : 0711-312888
Email : lisma_sukardi@yahoo.co.id atau sriwijayapost@yahoo.com
PENDIDIKAN FORMAL
SD Tamansiswa II Sungaigerong tamat tahun 1987
SMP Yaktapena I Plaju tamat tahun 1990
SMA Yaktapena I Plaju tamat tahun 1993
Universitas Sriwijaya Fakultas Ekonomi tamat tahun 1998
Enhanching Motivation Pusdiklat Kompas Gramedia tahun 2007
PENGALAMAN KERJA
1997-1999 : sebagai peneliti di Yayasan Desa Nusantara (di bawah FE Unsri)
1999- Sekarang : sebagai jurnalis di Harian Umum Sriwijaya Post (Kompas Group)
Naskah 018
”Sampah Itu Sungguh Berarti: Pusri Pelopor Industri Pupuk Organik” dimuat di Harian Sriwijaya Post, Rabu, 10 Maret 2010
Total Nilai 401
Anggota DPD RI Ahmad Azis mendampingi Dirut PT Pusri Dadang Heru Kodri menyerahkah hadiah kepada juara VI.
Nama : Lisma Noviani
Tempat Tanggal Lahir : Sungaigerong, 15 November 1974
Pendidikan terakhir : Sarjana Ekonomi Universitas Sriwijaya
Pekerjaan : Jurnalis
Jabatan Sekarang : Redaktur Ekonomi
Alamat Rumah : Jl DI Panjaitan Lr Sunia No 51 Rt 35 Plaju Palembang
Telepon : 0711-543135/HP 08127807411
Alamat Kantor : Harian Umum Sriwijaya Post Jl Jend Basuki Rahmat 1608 Palembang
Telp Kantor : 0711-313171, fax : 0711-312888
Email : lisma_sukardi@yahoo.co.id atau sriwijayapost@yahoo.com
PENDIDIKAN FORMAL
SD Tamansiswa II Sungaigerong tamat tahun 1987
SMP Yaktapena I Plaju tamat tahun 1990
SMA Yaktapena I Plaju tamat tahun 1993
Universitas Sriwijaya Fakultas Ekonomi tamat tahun 1998
Enhanching Motivation Pusdiklat Kompas Gramedia tahun 2007
PENGALAMAN KERJA
1997-1999 : sebagai peneliti di Yayasan Desa Nusantara (di bawah FE Unsri)
1999- Sekarang : sebagai jurnalis di Harian Umum Sriwijaya Post (Kompas Group)
juara V
Arsep Pajario
Naskah 029
”Penantian Industri Pupuk Nasional”
Harian Sriwijaya Post, Sabtu, 13 Maret 2010
Total Nilai 404

NAMA : Arsep Pajario
Alamat : Palembang
Pekerjaan : Wartawan Sriwijaya Post
Pernah ngebit di kriminal, kesehatan, pemerintah kota dan ekonomi
Prestasi * Juara Tiga, Manfaat Vitamani A Untuk Kesehatan Mata Anak (Unicef/2005) * Juara Harapan Lomba Karya Jurnalis Indosat (2006) * Juara Tiga XL Jurnalis Award (2006) * JUara Tiga Lomba Supra X Nasional (2007) * Juara Tiga Karya Jurnalis HUT Telkomsel Tahun (2008) * Juara Jurnalis HUT Bank Sumsel (2008) * JUara Harapan Foto HUT Bank Sumsel (2008) * Juara Pertama Jurnalis Telkomsel Se Sumbagsel tahun (2009) * JUara Harapan Jurnalis Awar Bank SumselBabel tahun (2010)
Naskah 029
”Penantian Industri Pupuk Nasional”
Harian Sriwijaya Post, Sabtu, 13 Maret 2010
Total Nilai 404
NAMA : Arsep Pajario
Alamat : Palembang
Pekerjaan : Wartawan Sriwijaya Post
Pernah ngebit di kriminal, kesehatan, pemerintah kota dan ekonomi
Prestasi * Juara Tiga, Manfaat Vitamani A Untuk Kesehatan Mata Anak (Unicef/2005) * Juara Harapan Lomba Karya Jurnalis Indosat (2006) * Juara Tiga XL Jurnalis Award (2006) * JUara Tiga Lomba Supra X Nasional (2007) * Juara Tiga Karya Jurnalis HUT Telkomsel Tahun (2008) * Juara Jurnalis HUT Bank Sumsel (2008) * JUara Harapan Foto HUT Bank Sumsel (2008) * Juara Pertama Jurnalis Telkomsel Se Sumbagsel tahun (2009) * JUara Harapan Jurnalis Awar Bank SumselBabel tahun (2010)
juara IV
Juara III
Taufik Wijaya,
“Baru Setahun Dibina, Usaha Berkembang”
Beritamusi.Com, Sabtu, 13 Maret 2010
Nama : Taufik Wijaya Tempat/Tgl Lahir : Palembang, 25 Desember 1970 Alamat : Jalan RW Monginsidi No.101 RT.09, Kalidoni, Palembang Telp/HP : 0711-715078, 081532050282 Pekerjaan : Jurnalis dan pekerja seni
Kantor : Detik.com, dan menulis lepas di sejumlah media. Karya : Sastra:
1. Kumpulan Puisi "Krisis di Kamar Mandi" (1995) 2.Kumpulan Puisi "Dari Pesan Nyonya" (1996)
3. Novel Juaro (2006)
4. Novel Buntung (2008)
5. Kumpulan Sajak Digital "Aku Dimarahi Istri" (2009) 6. "Antologi de Poeticas", (kumpulan puisi penyair Portugal, Indonesia, dan Malaysia, 2009)
Teater:
1. Teater: "50 Tahun Ikan Asin di Dalam Kaos Kaki" (1995) 2. Teater: "Muria, Sandal Theklek Pucat di Dada" (1997) 3. Teater: "Sepakbola Betapa Indahnya" (2002)
4. Anggota Tim Dialog Teater: "Prasasti 13 Abad Sriwijaya" (2008, Erwan Suryanegara)
“Baru Setahun Dibina, Usaha Berkembang”
Beritamusi.Com, Sabtu, 13 Maret 2010
Nama : Taufik Wijaya Tempat/Tgl Lahir : Palembang, 25 Desember 1970 Alamat : Jalan RW Monginsidi No.101 RT.09, Kalidoni, Palembang Telp/HP : 0711-715078, 081532050282 Pekerjaan : Jurnalis dan pekerja seni
Kantor : Detik.com, dan menulis lepas di sejumlah media. Karya : Sastra:
1. Kumpulan Puisi "Krisis di Kamar Mandi" (1995) 2.Kumpulan Puisi "Dari Pesan Nyonya" (1996)
3. Novel Juaro (2006)
4. Novel Buntung (2008)
5. Kumpulan Sajak Digital "Aku Dimarahi Istri" (2009) 6. "Antologi de Poeticas", (kumpulan puisi penyair Portugal, Indonesia, dan Malaysia, 2009)
Teater:
1. Teater: "50 Tahun Ikan Asin di Dalam Kaos Kaki" (1995) 2. Teater: "Muria, Sandal Theklek Pucat di Dada" (1997) 3. Teater: "Sepakbola Betapa Indahnya" (2002)
4. Anggota Tim Dialog Teater: "Prasasti 13 Abad Sriwijaya" (2008, Erwan Suryanegara)
Juara II, Chamdan Purwoko dan Aprika R Hernanda
Chamdan Purwoko dan Aprika R Hernanda
PT Pusri Mencari Napas Baru” dimuat di Harian Bisnis Indonesia, 25 Oktober 2009
Aprika Rani Hernanda
Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 8 September 1980
Alamat rumah: Apartemen Salemba Residence #2108 Jl. Salemba Tengah II No. 10 Jakarta Pusat Pendidikan terakhir: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada
Pekerjaan: Wartawan
Alamat kantor: Bisnis Indonesia
Wisma Bisnis Indonesia Lt.7 Jl. KH Mas Mansyur 12A Karet Tengsin Jakarta Pusat
Jabatan: Desk Editor Agribisnis
PT Pusri Mencari Napas Baru” dimuat di Harian Bisnis Indonesia, 25 Oktober 2009
Aprika Rani Hernanda
Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 8 September 1980
Alamat rumah: Apartemen Salemba Residence #2108 Jl. Salemba Tengah II No. 10 Jakarta Pusat Pendidikan terakhir: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada
Pekerjaan: Wartawan
Alamat kantor: Bisnis Indonesia
Wisma Bisnis Indonesia Lt.7 Jl. KH Mas Mansyur 12A Karet Tengsin Jakarta Pusat
Jabatan: Desk Editor Agribisnis
Boni, Juara Pertama
Boni Dwi Pramudyanto
Naskah No 41, ”Pusri, Setengah Abad Mendampingi Musi” dimuat di Harian Kompas, tanggal 17 Maret 2010 Total Nilai 430
Biodata:
Nama : Boni Dwi Pramudyanto
Tempat, Tanggal Lahir : Pekalongan, 28 Februari 1980
Pendidikan : - SMA Pangudi Luhur Van Lith
- Universitas Sanata Dharma, Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Inggris, Yogyakarta
Domisili : Jalan Angkatan 45 Nomor H 28, Kota Palembang
Keluarga
Istri : Indrastuti
Anak : Renata Pranindra Tristania
Nama Orang Tua : FX Wiratmoko dan F Sri Widiyanti
Kakak : G Agung Nawa Prasetya
Adik : C Tri Yudo Prananto
Karir Jurnalistik
-Pekerjaan : Wartawan Harian Kompas
-Mulai bekerja : Tahun 2004
-Penempatan : 2004-2006 Bertugas di Yogyakarta
2006-2007 Bertugas di Madiun
2007-sekarang Bertugas di Palembang
Pengalaman jurnalistik:
*Peliput Ekspedisi Bengawan Solo digelar Harian Kompas tahun 2007
*Peliput Ekspedisi Jelajah Musi digelar Harian Kompas tahun 2010
*Tim peliput bencana nasional gempa bumi di DI Yogyakarta
*Meliput uji coba pembangunan pelabuhan
*Meliput program pertukaran tenaga kerja Indonesia di Macau
Naskah No 41, ”Pusri, Setengah Abad Mendampingi Musi” dimuat di Harian Kompas, tanggal 17 Maret 2010 Total Nilai 430
Biodata:
Nama : Boni Dwi Pramudyanto
Tempat, Tanggal Lahir : Pekalongan, 28 Februari 1980
Pendidikan : - SMA Pangudi Luhur Van Lith
- Universitas Sanata Dharma, Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Inggris, Yogyakarta
Domisili : Jalan Angkatan 45 Nomor H 28, Kota Palembang
Keluarga
Istri : Indrastuti
Anak : Renata Pranindra Tristania
Nama Orang Tua : FX Wiratmoko dan F Sri Widiyanti
Kakak : G Agung Nawa Prasetya
Adik : C Tri Yudo Prananto
Karir Jurnalistik
-Pekerjaan : Wartawan Harian Kompas
-Mulai bekerja : Tahun 2004
-Penempatan : 2004-2006 Bertugas di Yogyakarta
2006-2007 Bertugas di Madiun
2007-sekarang Bertugas di Palembang
Pengalaman jurnalistik:
*Peliput Ekspedisi Bengawan Solo digelar Harian Kompas tahun 2007
*Peliput Ekspedisi Jelajah Musi digelar Harian Kompas tahun 2010
*Tim peliput bencana nasional gempa bumi di DI Yogyakarta
*Meliput uji coba pembangunan pelabuhan
*Meliput program pertukaran tenaga kerja Indonesia di Macau
Pusri Berikan Apresiasi kepada Jurnalis
Wartawan Kompas Juara Pusri Jurnalistik Award
Setengah abad PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) telah mengabdi bagi negeri. Tepatnya pada 24 Desember 2009, genap 50 tahun Pusri turut mewarnai dan memberikan kontribusi untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan.
Dalam perjalanan selama ini, media massa memberikan sumbangsih yang tak sedikit bagi perkembangan perusahaan penghasil pupuk terbesar di Asean ini. Pada peringatan ulang tahun emas ini, Pusri mencoba memberikan apresiasi terhadap media massa. Khususnya melalui hajatan penghargaan Pusri Jurnalistik Award (PJA) .
Dalam PJA kali ini setidaknya ada 55 naskah yang diterima oleh panitia penyelenggara namun hanya 42 naskah yang bisa dinilai. Pengumpulan naskah ini dilakukan sejak bulan Januari sampai bulan Maret 2010. Materi tulisan sesuai dengan tema dan subtema yang ditentukan dan materi tulisan yang dimuat di media, bukan merupakan press release maupun liputan event.
“Media yang ikut cukup beragam baik dari majalah, koran dan media online,”kata Ida Syahrul panitia pelaksana dari Media Lintas Informasi (MLI), Jumat (16/4).
Lebih lanjut, Ida mengatakan peserta PJA kali ini diikuti oleh jurnalis dari Sumatra dan Jawa, isu yang dominan menjadi perhatian jurnalis adalah soal ketersediaan gas untuk pabrik pusri lalu soal peranan pusri dalam keberlangsungan ketahanan pangan di Indonesia, permasalahan revitalisasi, serta kemitraan Pusri
Ketua Dewan Juri Mahmud Husen dari Kementrian BUMN mengatakan cukup surprise dengan banyaknya naskah yang masuk. Sebab dalam waktu singkat hanya sebulan saja panitia membuka pengumuman untuk lomba penulisan ini respon jurnalis cukup positif.
“Ini membuktikan bahwa Pusri cukup dekat tidak hanya di kalangan petani, tetapi juga dikenal terbuka dengan kalangan pers,”katanya.
Pemenang Pusri Jurnalistik Award sebagai berikut:
.JPG)
Pertama, peserta nomor naskah 41 dengan judul ”Pusri, Setengah Abad Mendampingi Musi” dimuat di Harian Kompas, tanggal 17 Maret 2010 oleh Boni Dwi Pramudyanto, sebagai Juara I dengan total nilai 430;

Kedua, peserta nomor naskah 013 dengan judul ”PT Pusri, Mencari Napas Baru” dimuat di Harian Bisnis Indonesia, 25 Oktober 2009 oleh Chamdan Purwoko dan Aprika R Hernanda, sebagai Juara II, dengan total nilai 417;

Ketiga, peserta nomor naskah 025 dengan judul ”Baru Setahun Dibina PT Pusri, Usahanya Berkembang” dimuat di Beritamusi.Com, oleh Taufik Wijaya, Sabtu, 13 Maret 2010, sebagai juara III, dengan total nilai 411;
Keempat, peserta nomor naskah 002 dengan judul ”Menanti Keseriusan Pemerintah Merevitalisasi Pusri” dimuat di Harian Sumsel Post, 17 Februari 2010 oleh Syarif Umar, sebagai juara IV, dengan total nilai 405;

Kelima, peserta naskah 029 dengan judul ”Penantian Industri Pupuk Nasional” dimuat di Harian Sriwijaya Post, Sabtu, 13 Maret 2010 oleh Arsep Pajario, sebagai juara V, dengan total nilai 404;

Keenam, peserta nomor naskah 018 dengan judul ”Sampah Itu Sungguh Berarti: Pusri Pelopor Industri Pupuk Organik” dimuat di Harian Sriwijaya Post, Rabu, 10 Maret 2010 oleh Lisma Noviani sebagai juara VI, dengan total nilai 401.
(rel)
Setengah abad PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) telah mengabdi bagi negeri. Tepatnya pada 24 Desember 2009, genap 50 tahun Pusri turut mewarnai dan memberikan kontribusi untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan.
Dalam perjalanan selama ini, media massa memberikan sumbangsih yang tak sedikit bagi perkembangan perusahaan penghasil pupuk terbesar di Asean ini. Pada peringatan ulang tahun emas ini, Pusri mencoba memberikan apresiasi terhadap media massa. Khususnya melalui hajatan penghargaan Pusri Jurnalistik Award (PJA) .
Dalam PJA kali ini setidaknya ada 55 naskah yang diterima oleh panitia penyelenggara namun hanya 42 naskah yang bisa dinilai. Pengumpulan naskah ini dilakukan sejak bulan Januari sampai bulan Maret 2010. Materi tulisan sesuai dengan tema dan subtema yang ditentukan dan materi tulisan yang dimuat di media, bukan merupakan press release maupun liputan event.
“Media yang ikut cukup beragam baik dari majalah, koran dan media online,”kata Ida Syahrul panitia pelaksana dari Media Lintas Informasi (MLI), Jumat (16/4).
Lebih lanjut, Ida mengatakan peserta PJA kali ini diikuti oleh jurnalis dari Sumatra dan Jawa, isu yang dominan menjadi perhatian jurnalis adalah soal ketersediaan gas untuk pabrik pusri lalu soal peranan pusri dalam keberlangsungan ketahanan pangan di Indonesia, permasalahan revitalisasi, serta kemitraan Pusri
Ketua Dewan Juri Mahmud Husen dari Kementrian BUMN mengatakan cukup surprise dengan banyaknya naskah yang masuk. Sebab dalam waktu singkat hanya sebulan saja panitia membuka pengumuman untuk lomba penulisan ini respon jurnalis cukup positif.
“Ini membuktikan bahwa Pusri cukup dekat tidak hanya di kalangan petani, tetapi juga dikenal terbuka dengan kalangan pers,”katanya.
Pemenang Pusri Jurnalistik Award sebagai berikut:
Pertama, peserta nomor naskah 41 dengan judul ”Pusri, Setengah Abad Mendampingi Musi” dimuat di Harian Kompas, tanggal 17 Maret 2010 oleh Boni Dwi Pramudyanto, sebagai Juara I dengan total nilai 430;

Kedua, peserta nomor naskah 013 dengan judul ”PT Pusri, Mencari Napas Baru” dimuat di Harian Bisnis Indonesia, 25 Oktober 2009 oleh Chamdan Purwoko dan Aprika R Hernanda, sebagai Juara II, dengan total nilai 417;

Ketiga, peserta nomor naskah 025 dengan judul ”Baru Setahun Dibina PT Pusri, Usahanya Berkembang” dimuat di Beritamusi.Com, oleh Taufik Wijaya, Sabtu, 13 Maret 2010, sebagai juara III, dengan total nilai 411;
Keempat, peserta nomor naskah 002 dengan judul ”Menanti Keseriusan Pemerintah Merevitalisasi Pusri” dimuat di Harian Sumsel Post, 17 Februari 2010 oleh Syarif Umar, sebagai juara IV, dengan total nilai 405;

Kelima, peserta naskah 029 dengan judul ”Penantian Industri Pupuk Nasional” dimuat di Harian Sriwijaya Post, Sabtu, 13 Maret 2010 oleh Arsep Pajario, sebagai juara V, dengan total nilai 404;

Keenam, peserta nomor naskah 018 dengan judul ”Sampah Itu Sungguh Berarti: Pusri Pelopor Industri Pupuk Organik” dimuat di Harian Sriwijaya Post, Rabu, 10 Maret 2010 oleh Lisma Noviani sebagai juara VI, dengan total nilai 401.
(rel)
Kamis, 08 April 2010
Pupuk Naik, Petani Untung
Sinar Harapan, Kamis, 08 April 2010 13:15
Mentan: Pupuk Naik, Petani Tetap Untung
Bandar Lampung – Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengklaim kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi akan tetap menguntungkan petani
Ini dapat terjadi karena harga pembelian peme¬rintah (HPP) untuk gabah dan beras telah dinaikkan 10 persen sejak Januari lalu. Dijadwalkan, kenaikan HET pupuk akan diberlakukan mu¬lai Juni mendatang, dengan kisaran tidak lebih dari 50 persen.
“Kami mendapat informasi dari organisasi petani kenaikan sebesar itu tidak akan membe¬ratkan petani,” kata Sus¬¬wono usai meresmikan Kantor Pelayanan Karantina Per¬tanian Kelas 1 Bandar Lam¬pung Wilayah Kerja Bakau¬heni, Rabu (7/4) siang.
Bahkan, menurut Mentan, dengan kenaikan HET pupuk sebesar 50 persen, petani masih bisa memperoleh keuntungan Rp 1,2 juta per hektare. Soalnya, dari kenaikan harga tersebut, petani hanya membutuhkan tambahan biaya operasional untuk pupuk sekitar Rp 200.000 per hektare. “Jadi, kenaikan ini tidak akan memberatkan petani,” katanya meyakinkan.
Perkiraan penetapan ke¬¬nai¬¬kan HET pupuk tersebut, lanjut dia, sesuai usulan Kementerian Pertanian untuk menambah alokasi anggaran subsidi pupuk senilai Rp 4,2 triliun kepada DPR RI.
Mentan mengatakan, de¬ngan kenaikan HET yang akan diberlakukan tersebut memberikan peluang Kementerian Pertanian untuk menambah subsidi pupuk. Saat ini, menurut dia, Kementerian Pertanian sedang melakukan uji coba penyaluran pupuk secara langsung. Untuk sementara ini, itu baru dilakukan di Kabupaten Kerawang, Jawa Barat, sebagai salah satu daerah sentra beras di Indonesia.
(syafnijal datuk sinaro)
http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/back_to/indeks-lalu/read/mentan-pupuk-naik-petani-tetap-untung/?tx_ttnews[years]=2010&tx_ttnews[months]=04&tx_ttnews[days]=8&cHash=1ed844de91
Mentan: Pupuk Naik, Petani Tetap Untung
Bandar Lampung – Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengklaim kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi akan tetap menguntungkan petani
Ini dapat terjadi karena harga pembelian peme¬rintah (HPP) untuk gabah dan beras telah dinaikkan 10 persen sejak Januari lalu. Dijadwalkan, kenaikan HET pupuk akan diberlakukan mu¬lai Juni mendatang, dengan kisaran tidak lebih dari 50 persen.
“Kami mendapat informasi dari organisasi petani kenaikan sebesar itu tidak akan membe¬ratkan petani,” kata Sus¬¬wono usai meresmikan Kantor Pelayanan Karantina Per¬tanian Kelas 1 Bandar Lam¬pung Wilayah Kerja Bakau¬heni, Rabu (7/4) siang.
Bahkan, menurut Mentan, dengan kenaikan HET pupuk sebesar 50 persen, petani masih bisa memperoleh keuntungan Rp 1,2 juta per hektare. Soalnya, dari kenaikan harga tersebut, petani hanya membutuhkan tambahan biaya operasional untuk pupuk sekitar Rp 200.000 per hektare. “Jadi, kenaikan ini tidak akan memberatkan petani,” katanya meyakinkan.
Perkiraan penetapan ke¬¬nai¬¬kan HET pupuk tersebut, lanjut dia, sesuai usulan Kementerian Pertanian untuk menambah alokasi anggaran subsidi pupuk senilai Rp 4,2 triliun kepada DPR RI.
Mentan mengatakan, de¬ngan kenaikan HET yang akan diberlakukan tersebut memberikan peluang Kementerian Pertanian untuk menambah subsidi pupuk. Saat ini, menurut dia, Kementerian Pertanian sedang melakukan uji coba penyaluran pupuk secara langsung. Untuk sementara ini, itu baru dilakukan di Kabupaten Kerawang, Jawa Barat, sebagai salah satu daerah sentra beras di Indonesia.
(syafnijal datuk sinaro)
http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/back_to/indeks-lalu/read/mentan-pupuk-naik-petani-tetap-untung/?tx_ttnews[years]=2010&tx_ttnews[months]=04&tx_ttnews[days]=8&cHash=1ed844de91
Langganan:
Komentar (Atom)