INDUSTRI PUPUK
Produksi Organik Ditingkatkan
Kompas, Sabtu, 6 Maret 2010 | 02:55 WIB
Palembang, Kompas - PT Pupuk Sriwidjaja optimistis mampu memproduksi sekaligus mendistribusikan 180.000 ton pupuk organik bersubsidi selama tahun 2010. Pupuk yang berfungsi mengembalikan keseimbangan unsur hara akan diproduksi dengan pola kemitraan bersama perusahaan swasta.
Demikian disampaikan Direktur Pemasaran PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Bowo Kuntohadi, Jumat (5/3) di Palembang.
Berdasarkan data PT Pusri, kebutuhan dan produksi pupuk organik secara nasional mencapai 910.000 ton. Dari total kebutuhan itu, PT Pusri ditugaskan memproduksi 180.000 ton. Adapun selama tahun 2009, produksi pupuk organik Pusri baru sekitar 5.000 ton.
Produksi belum digenjot karena sifat program pupuk organik masih dalam tahap uji coba. Melalui keputusan pemerintah, pupuk organik bersubsidi dijual Rp 500 per kilogram kepada petani.
Ditambahkan, Pusri saat ini sudah menyepakati program kerja sama produksi dengan 42 mitra atau perusahaan swasta. Nantinya perusahaan swasta inilah yang akan membuat pupuk organik sesuai dengan kapasitas maksimal. Adapun PT Pusri berkewajiban membeli produk tersebut.
”Setelah dibeli, kami juga harus memasarkannya ke mata rantai distribusi pertanian, mulai dari distributor sampai pengecer hingga ke petani,” kata Bowo.
Perkembangan ekspor
Ditanya soal perkembangan ekspor pupuk urea, Bowo menjawab, sampai akhir tahun 2009, masih ada sisa kuota sebanyak 51.000 ton, dari total kuota yang diizinkan pemerintah 196.000 ton. Sisa kuota itu telah diekspor lagi pada Februari 2010.
”Meski demikian, perlu dicatat juga bahwa ekspor urea ini baru bisa dilakukan tanpa halangan dengan mempertimbangkan dua aspek, yakni ada kelebihan produksi serta kebutuhan untuk sektor pertanian padi dan perkebunan di dalam negeri yang sudah terpenuhi lebih dulu,” papar Bowo.
Ditegaskan, belum terpenuhinya kuota ekspor urea pada tahun 2009 bukan berarti kinerja PT Pusri tidak optimal. Menurut Bowo, hal tersebut karena kendala teknis pengangkutan. Sampai sekarang, sebagian kapal pengangkut pupuk urea milik PT Pusri lebih diprioritaskan untuk mendukung aktivitas distribusi pupuk urea bersubsidi. Solusinya, perlu tambahan kapal melalui pembelian dan perbaikan kapal rusak. (ONI)
Kamis, 11 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar